Dunia Siaran dan Voice Over http://bramwijaya.com Dunia Siaran dan Voice Over Fri, 30 Jul 2010 02:31:56 +0700 CMS KOMA v1.00 id http://bramwijaya.com http://bramwijaya.com/images/logo.gif Dunia Siaran dan Voice Over Radio Jangan Terkungkung Format Hiburan http://bramwijaya.com/?pg=articles&article=7982 http://bramwijaya.com/?pg=articles&article=7982 Mon, 21 Jun 2010 08:47:21 +0700 Bram Wijaya DUNIA SIARAN http://bramwijaya.com/?pg=articles&article=7982 Tampil sebagai pembicara Indra Bigwanto . Indra Bigwanto ini adalah sososk yangtidak asing lagi didunia ardio ,Siapa yang pernah mendengar nama Bandung FM ? Bagi pendengar setia radio, nama stasiun yang satu ini masih cukup asing. Setidaknya dalam kurun waktu enam bulan ke belakang. Wajar saja, pendengarnya juga hanya diperkirakan 3.000 orang. Bahkan, peringkatnya juga hampir paling bontot, yaitu di posisi 46.
Namun, siapa sangka hanya dalam waktu enam bulan, Bandung FM langsung meroket. Memang masih belum setenar radio swasta yang sudah berdiri puluhan tahun. Tapi yang ajaib, justru beberapa radio berpamor tinggi peringkatnya sudah disalip radio yang bisa disebut masih “anak bawang”. Pendengarnya bertambah puluhan kali lipat menjadi sekitar 90 ribu. Sementara peringkatnya langsung menyodok ke posisi 11.
Jangan tanya soal modal atau promosi besar-besaran. Pasalnya sang pemikir satu ini tak mengandalkan jurus tersebut untuk memajukan radio yang baru satu semester digarapnya. Nah, kuncinya ternyata ada pada program yang dibuat untuk menarik jumlah pendengar yang banyak.Pengalaman inilah yang ingin ia tularkandalam pelatihan jurnalistik radio.


Dalam pelatihan ini Indra menyarankan agar Radio lebih banyak membuat program berita yang menarik dan juga tidak terkungkung dengan format hiburan .Seandainya radio hiburan alangkah baiknya tidak semuanya hiburan .
Dalam makalahnya Bigwanto mantan Direktur radio OZ FM Bandung ini juga mengatakan agar radio jangan terkungkung hanya bisa didengar . Ia memberi contoh radio Global FM Bali yang ia anggap kreatif mampu berinovasi dengan streamingnya yang bisa ditonton saat siaran


Salah satunya mampu mencerdaskan daya pikir atau wawasan penyiar karena penyiar tidak terkungkung pada satu thema saja yaitu hiburan melulu. Sedangkan Radio Berita penyiarnya setiap hari mesti ketemu dengan sebuah permasalahan baru atau thema baru lagi saat memandu acara bahkan penyiar pada format berita menjadi cambuk bagi penyiar untuk memperdalam wawasannya. Demikian hal itu disampaikan Sikha Purnama Dewi penyiar radio Global Fm Bali yang menjadi peserta dalam pelatihan jurnalistik. Dan yang lebih penting kata Sikha radio jangan alergi dengan tehnologi khususnya IT. Lebih jauh ia mengatakan Radio berita memang terkesan dianggap belum punya potensi oleh sebagian orang radio itu bisa dimaklumi karena dikira radio berita itu isinya baca berita saja tapi lebih dari itu radio berita bisa diramu di buat sentuhan kreatif umpamanya radio melibatkan masyarakat untuk beri informasi local didaerahnya atau dimana saja ia melihat berita menarik informasikan ke Radio .

Radio berita itu baru muncul setelah reformasi jadi oleh sebagian orang radio dianggap sebagai “barang baru” dan belum punya potensi . Radio berita memang dari sisi investasi lebih banyak dikeluarkan jadi mungkin saja banyak yang lebih suka bikin radio hiburan investasi lebih sedikir tapi ternyata pemain radio hiburan berjubel . Dan pendapat lain apapun format radionya bila dipegang orang-orang kreatif maka akan “hidup”.(Brmw)

]]>
http://bramwijaya.com/rss-comments/
Bangkitkan Suara Perut Anda http://bramwijaya.com/?pg=articles&article=7421 http://bramwijaya.com/?pg=articles&article=7421 Mon, 7 Jun 2010 08:27:43 +0700 Bram Wijaya DUNIA SIARAN http://bramwijaya.com/?pg=articles&article=7421 Tapi lihatlah ada orang yang buka tutup mulut begitu lebar sampai kelihatan gusi dan giginya toh suara yang keluar tidak nyaring. Contoh orang seperti ini pasti banyak kita temui. Lihatlah ketika orang ngeMC acara hiburan music ada yang teriak bertenaga selesai ngeMC mungkin bisa kunang-kunang matanya. Ini karena ia terlalu over menggunakan tenaga dari tenggorokan . Tidak semua orang yang suara perutnya bangkit selalu kemik-kemik bibirnya sedikit adakalanya mulutnya harus dibuka lebar diafragma baru muncul. Ciri-ciri spesifik orang ketika gunakan suara perut terkadang beda .

Tujuan utama melatih atau menggunakan suara perut bukan untuk membuat suara besar tapi bertujuan agar suara yang kita keluarkan punya power dengan tenaga minim. Sekarang bagaimana nasib mereka yang tidak punya suara diafragma sejak lahir ?SAYA juga termasuk yang tidak bangkit secara alami . Golongan seperti ini harus melakukan dengan latihan . Manfaat yang lansung didapat ketika gunakan suara perut adalah TIDAK CAPEK DAN KELUAR TENAGA terutama untuk penyiar dan Voice Over Talent maupun penyanyi sangat bermanfaat .

Teori membangkit suara diafrgama sangat banyak jadi silahkan dicoba dari berbagai teori yang anda temukan . Guru-guru les vocal menyanyi biasanaya jago untuk urusan melatih suara diafrgama . Berikut adalah pengalaman saya semoga bisa dipakai untuk bangkitkan suara perut. Saya pakai dua jurusan cara pertama dan cara kedua. Sbb: CARA PERTAMA : menurut apa yang pernah diajarioleh sang guru dan juga seperti yang kutip dari berbagai sumber juga saya praktekan selama ini CARA KEDUA : teori saya sendiri yang saya tempuh secara rutin tanpa ada yang mengajari .

Baiklah Kitamulai dengan CARA PERTAMA a. Ucapkan huruf vokal A, I, U, E, O dengan panjang-panjang. Contoh: tarik nafas, lalu suarakan AAAAAaaaaaaaaaaaaa… (dengan bulat), terus, sampai habis nafas dan terbatuk-batuk. Dilanjutkan lagi untuk huruf lainnya dengan cara yang sama . Lakukan dengan rileks jangan tegang untuk hasil yang terbaik .

Biasa kalau baru latihan ia akan merasakan mata kunang-kunang. Ucapkan semua hurup vokal tersebut dari nada rendah, lalu naik sampai AAAAaaaaaaa… nada tinggi. Lakukan dengan rileks jangan tegang untuk hasil yang terbaik c. Ambil napas pelan-pelan. Ketika diafragma dirasa udah penuh, buang pelan-pelan. Untuk menambah power, buang nafas itu, hela dengan cara berdesis: ss… ss… ss… (putus-putus), seperti memompa isi udara keluar. Akan tampak diafragma Anda bergerak. Lakukan dengan rileks jangan tegang untuk hasil yang terbaik d. Saat mengambil napas, bahu jangan sampai terangkat. Kalau terangkat, berarti Anda bernapas dengan paru-paru. Contoh: ketika orang sedang ambil napas mendadak karena kaget, ia akan mengambil napas dengan paru-paru. Makanya, orang kaget suka megang dada.

Alangkah bagusnya latihan ini diudara terbuka dan latihan ini juga bermanfaat untuk kesehatan . Seorang presenter Bali Tv dr Ngurah Putra mengatakan kebiasaan bicara dengan suara diafragma akan mengurangi pengeroposan tulang. Tapi ketika dokter itu saya tanya apakah anda bisa gunakan suara diafragma dia jawab tidak namun ia berkeinginan kuat untuk belajar membangkitkan suara tersebut karena kepentingan untuk siaran . Anand Krishna seorang pakar meditasi beliau mempraktekan pengucapan kata A ,U dan M untuk kesehatan . teorinya sama ucapkan Aaaaa sepanjang-panjangnya sampai terhenti dan ucapan Uuuu sampai terhenti . begitu pula dengan hurup Uuuu. Dan kobminasi AaaaaUuuuuuMmmmmm (aum ) sepanjang-panjangnya sampai terhenti .Ini juga mampu bangkitkan Diafrgama seklagus kesehatan . Kita coba CARA KEDUA Cara kedua adalah versi teori temuan saya (yang nggak pernah mengenyam latihan vokal di sekolah penyiar dan penyanyi ) atas dasar pengalaman sendiri atau dalam bahasa saya dituntun oleh insting alam adalah : Maaf saya bercerita dulu ya ….suatu hari ketika saya masih duduk di bangku SMP saya punya kebiasaan suka dengar penyiar dengan suara berat .

Karena saat itu mungkin saya belum masuk pubertas maka suara saya masih kecil . Tapi saya berjuang melakukan dengan cara saya sendiri tanpa ada yang mengajari : Pertama : Ketika saya membaca apapun dengan suara keluar saya MENEKUK LEHER KEBAWAH sambil membaca DENGAN SUAR KELUAR lalu bayangkan tenaga dari perut bagian atas . saat itu ternyata saya mampu menambah ketebalan suara menjadi kurang lebih 30 persen . Saya lakukan ini satu sampai 2 bulan .Lama kelamaan tanpa leher kita menekuk ketebalan suara itu sudah kita rasakan . Bila selama 2 bulan belum tebal juga lakukan satu bulan lagi . Perlu diketahui bahwa membangkitkan suara perut tujuan utama sebenarnya bukan untuk menciptakan ketebalan suara tapi mengurangi tenaga yang keluar tapi suara yang dihasilkan punya power .

Bila ketebalan itu tercipta itu merupakan bonus yang tidak setiap orang bisa menerimanya ini terutama untuk laki-laki . Termasuk saya secara pribadi tujuannya agar suaralebih ringan dan menjadi tebal. Untuk perempuan tentu tujuannya bukan menciptakan suara agar ngebas atau gede . KEDUA : Ketika bangun pagi ada kecenderungan suara setiap orang saya teliti kok agak tebal . Pertanyaan ini membuat ide tersendiri maka dari itu saya sengaja lakukan tindakan ini : Ketika BANGUN PAGI JANGAN MINUM ATAU KEMASUKAN MAKANAN APAPUN dahulu . Pagi-pagi bangun tidur biasanya suara kita begitu tebal . . tapi langsung ambil koran membaca berita koran DENGAN SUARA KELUAR terasa suara begitu tebal ..silahkan coba . Kalau ada nyanyian …. bangun tidur… ku terus mandi tidak lupa ..menggosok gigi . Itu diganti dengan prinsip bangun tidur kuterus baca jangan sampai minum dan makan … Ketiga …Ketika melakukan Nomor kesatu dan kedua ,lakukan dengan rileks bayangkan tenaga muncul diantara perut dan dada atau perbatasan antara dan dan perut. Insya Allah ketika kebiasaan ini dilakukan lama –kelamaan ketika bersuara tanpa menekuk leher lagi dan tanpa latihan poin kedua kita sudah bisa menggunakan suara diafragma hanya DINIATKAN SAJA kalau dalam bahasa komputer tinggal di ENTER saja. Masing-masing guru saya yakin punya cara tersendiri untuk membangkitkan suara perut atau diafragma . Apakah anda punya cara lain mari kita berbagi Selanjutnya kita bisa gunakan cara lain teori dari literatur untuk ilmu tambahan . Tulisan ini adalah berdasarkan pengalaman pribadi semata . Bram wijaya akhir Awal Maret 2009

]]>
http://bramwijaya.com/rss-comments/
Wawancara Dengan Kalimat Muter-Muter http://bramwijaya.com/?pg=articles&article=7419 http://bramwijaya.com/?pg=articles&article=7419 Mon, 7 Jun 2010 08:14:58 +0700 Bram Wijaya DUNIA SIARAN http://bramwijaya.com/?pg=articles&article=7419 Dalam suatu acara di TV dan Radio saya dengar seorang presenter bertanya: Presenter : “ Siapakah pihak yang anda tuding sebagai yang bertanggung jawab ?,sebab banyak persoalan yang dialami tidak ada penyelesaianya. Kemudian disisi lain Masyarakat sudah apatis dengan janji –janji lalu sebenarnya apa sih yang terjadi dibalik itu semua,rakyatingung pak , bukankah ini sangat merugikan ? pendapat anda ?” Narasumber : “Oh jelas merugikan dong……dst” Dari pertanyaan diajukan presenter yang muter-muter ini tadi 70 persen narasumber cenderung hanya mengingat kalimat terakhir .Maka yang dijawab narasumber adalah pertanyaan terakhir yang menurut saya tidak penting untuk diketahui . Justru yang penting kalimat pertama yaitu : siapakah yang anda tuding bertanggung jawab .Selanjutnya dengarkan audionya (bramwijaya)

]]>
http://bramwijaya.com/rss-comments/
Syndrome Pengulangan kata Pada Penyiar http://bramwijaya.com/?pg=articles&article=7418 http://bramwijaya.com/?pg=articles&article=7418 Mon, 7 Jun 2010 08:03:36 +0700 Bram Wijaya DUNIA SIARAN http://bramwijaya.com/?pg=articles&article=7418 Terkadang sebagai penyiar selesai siaran lalu pulang selanjutnya tidak ada upaya bertanya pada diri sendiri : kurang apa aku ya?? . Memang sulit untuk mengetahui kekurangan sang Aku, tanpa bantuan penilaian orang lain agak sulit. . Saya jadi ingat kata sebuah iklan produk parfum yang mengatakan bau pada tubuh kita tidak bisa kita cium . Itu artinya orang lainlah yang mampu mengendusnya . soal endus mengendus biasanya pemirsa ahlinya . AMatan saya bukansebagai ahli bahasa tapi mengamati pertilaku saat bicara diudara.

Pernahkan kita mendengar Penyiar ,Master of Ceremony (MC) nasumber ,atau masyarakat umum kalau bicara menggunakan kata yang terulang-ulang. Kondisi ini terjadi benar-benar tanpa disadari oleh yang bersangkutan . Pengulangan kata juga sering terdengar dari masyarakat umum saat berkomunikasi. Pengulangan kata yang dilakukan oleh masyarakat umum kita maklumi saja karena mereka tidak menjadi penyiar . Tapi yang menjadi sorotan adalah justru ini dilakukan oleh penyiar sebagai ujung tombak dan panutan . Saya merasa yakin ini dilakukan tanpa disadari ,walaupun sepele tapi mengganggu . Bila ini terjadi pada penyiar maka pemirsa akan menilai apakah penyiar ini tidak punya koleksi kalimat? .. Nah sekaranglah saatnya kita menyadarinya .

Seorang pendengar ketika beropini diudara disapa pendengarnya …”halo selamat pagi mbak oke . …lho nama saya bukan oke pak . Penyiar ini kebingungan ,sehabis siaran dia masih bertanya kenapa aku dipanggil mbak oke . ternyata selidik punya selidik sang penyiar ini sering menyebut kata oke terulang-ulang . Padahal dia termasuk penyiar idola dan senior .

Cerita lain seorang teman memanggil saya untuk mendengarkan penyiar radio tetangga .lalu dia bertanya ceritanya ngetes apa saya ini jeli atau tidak “ ayo tebak apa yang aneh dari penyiar ini ?” tidak ada yang aneh kata saya cuma yang kurang ada ternyata penyiar ini banyak mengeluarkan suara yang tidak perlu dan terlalu banyak mengulang-ulang suara tanpa arti dan ini sangat mengganggu . Betul kata teman saya tadi . Kemarin ketika dia siaran dirinya iseng-iseng menghitung bahwa penyiar yang ia dengar ini mengucapkan kata “ gitu ” itu sampai rata 25 -30 kali dalam satu sesi bicara .

Bukan hanya kata “ oke”, “gitu” saja tapi jenis suara-suara reflek tanpa makna pun saya pernah dengar dari penyiar seperti suara “ee” atau “emhh” terulang-ulang .

Kenapa kondisi ini bisa terjadi biasanya ini terlontar ketika ketika penyiar bicara improvisasi tanpa teks .Dan secara iseng saya pernah menghitung satu sesi bicara bisa penyiar mengeluarkan kata “Ee” sampai 27 kali.padahal dia katagori penyiar senior . Tidak ada yang salah dari kata “okey atau suara “Ee” ini bentuk ekpresi tapi karena terualng-ulang terus menerus akanmenjadi gangguan serius.

Ketika pertama kali siaran secara pribadi saya juga pernah kena syndrome pengulangan kata yaitu kata ‘ jadi “ secara berulang . Saya tidak sadar malah yang menyadarkan saya adalah pendengar menelpon saya . “ Mas jadinya jangan kebanyakan “katanya memberi saran.

Ini salah satu bukti terkadang pendengar lebih tahu dan jeli terhadap hal-hal yang aneh dengan ponyiarnya . Dari kasus yang saya kumpulkan, ternyata ada beberapa kata atau ,kalimat dan suara yang berpotensi disuarakan terulang-ulang seperti :
1. Yang mana
2. Okey
3. Dalam artian
4. Sebutkan saja
5. Ee
6. gitu
7. Dari pada
8. Dan
9. Baiklah
10. Katakanlah
Dan masih banyak lagi yang lainnya.

Dalam bahasa bebas saya pribadi inilah yang disebut dengan Syndrome Pengulangan Kata (SPK) syndrome ini ada yang segera bisa hilang tapi ada yang susah menghilangkannnya. Syndrome ini hanya masalah penyakit kebiasaan ,dan kebiasaan ini jarang yang berani menegur. Atau bisa jadi yang mendengar tidak sadar kalau ada sesuatu yang aneh dari kebiasaan penyiar bicara. Mengertikah anda apa yang saya maksud ?. syndrome ini terjadi bukan hanya pada penyiar baru tapi penyiar senior juga ada entah itu penyiar TV atau radio terutama ketika bicara tanpa teks .


Bagaimana solusi atau tips untuk menghilangkan kebiasaan ini bukankah ini yang penting.. berdasarkan pengalaman pribadi inilah caranya : :

1. Latihan bicara sendiri seolah siaran dan rekam
2. Bila ada, tulis di secarik kertas lalu tulis : “Jangan banyak ngomong Okey ” atau tulis “Okey jangan keseringan ” tulisan ini taruh di atas mixer /meja saat kita siaran . Sederhana bukan


Pengulangan kata sering juga terjadi pada tulisan seperti kebanyakan "yang"dan lian-lain
Tips ini bisa langsung menyembuhkan dan ada yang melalui proses beberapa hari akhirnya hilang .

]]>
http://bramwijaya.com/rss-comments/
Etika Dan Profesi Wartawan http://bramwijaya.com/?pg=articles&article=7417 http://bramwijaya.com/?pg=articles&article=7417 Mon, 7 Jun 2010 08:00:53 +0700 Bram Wijaya DUNIA SIARAN http://bramwijaya.com/?pg=articles&article=7417 Setiap tahun ada saja kasus yang berhubungan dengan profesi jurnalistik baik di Indonesia maupun di belahan dunia sana . Bahkan menurut informasi dari ratusan wartawan diberbagai kawasan dunia menjadi sasaran intimidasi ,ditangkap atau bahkan terbunuh ketika menjalankan tugas. Demikian seperti yang saya baca disebuah buku terbitan BBC World Trust .

Wartawan terkadang dapat perlakuan ekstrim tapi ada juga wartawan yang menyalahgunakan posisinya . Berikut adalah satu tulisan dari BBC World Service Trust yang ditulis secara seimbang namun tulisan ini saya bacakan saja berikut AUDIO rekamannya

]]>
http://bramwijaya.com/rss-comments/