Disisi lain Bupati seharusnya bangga juga melihat PNS bisa facebook-an itu artinya PNS sudah melek tehnologi dan sebenarnya para PNS yang demam facebook ini bisa disalurkan ke hal hal yang produktif dengan tetap bisa gunakan fasilitas Book .
Masalahnya facebook-an saat jam kerja bisa saja indikasi oknum PNS tersebut yang tidak punya job description yang jelas sehingga ada yang kerja sibuk ada yang kekurangan pekerjaan.
Namun karena tidak ada yang mengarahkan mereka pada facebook maka facebook menjadi kambing hitam lalu diblokir. Sebaiknya para PNS meski di giring untuk menggunakan facebook yang lebih mendukung kinerja instansi. Contoh tiap kantor di lingkungan pemkab bisa gunakan facebook untuk komunikasi dengan masyarakat dalam urusan yang produktif misalnya Tanya jawab masalah perijinan usaha,pengaduan masalah layanan umum, untuk komunikasi pimpinan dan rakyat setempat dengan permasalahan aktualnya, bukankah ini sesuatu mengasyikan dan produktif?.
Masalah face book yang dialami pemkab Jembrana sebenarnya dulu dialami dilingkungan radio. Awak Radio facebook-an saat siaran sehingga siarannya jadi kurang konsentrasi. Masalahnya facebook-annya tidak ada hubungannya dengan siaran . Jadi memang benar Apapun tehnologinya tergantung orang yang menggunakannya.
Kita memang harus kenalkan tehnologi sedini mungkin pada awak radio agar tidak gaptek. Kita harus sadar bahwa buta hurup dimasa mendatang adalah mereka yang tidak bisa internet.
Jadi sebelum memblokir kita kaji dulu apa yang perlu diatur agar produktif. Di Tim kami Radio Facebook bisa dipakai untuk komunikasi antara Radio dengan penggemarnya . Bahkan di Radio Global seluruh penyiar wajib mampu menggunakan Facebook. Karena di global FM email, face book dan nomor SMS selalu diumumkan ke pendengar sebagai jalur komunikasi timbale balik. Contoh sebagai ajang berkirim salam ,permintaan lagu ,bisa juga digunakan tempat untuk bertanya, beropini ketika ada satu thema yang diangkat di radio. Bahkan facebook bisa mempromosikan radio pada calon pengiklan .
Ada kecenderungan pendengar pelan tapi pasti hijrah dari main SMSan menuju ke Facebook sebab kecenderungan era sekarang dan masa mendatang orang banyak beli smartphone yang sudah dibenamkan internet . Biaya internetan di HP juga semakin murah pulsanya sehingga facebook jadi sasaran untuk sebuah komunikasi. Kondisi inilah yang harus ” dibaca” orang radio yaitu apa yang bisa radio lakukan ketika fenomena ini terjadi. Dan hal yang paling penting adalah komunikasi antara radio dengan pengiklan bukankah ini hal yang paling pokok dari radio .
Secara institusi Radio meski meng-ONLINE-kan siarannya agar sinergis ,pendengar dari seluruh Indonesia bisa manfaatkan radio online untuk mendengarkan secara live siarannya dan menulis opininya lewat face book kemudian oleh penyiar opini yang dikirim lewat face book diudarakan. Fasilitas untuk meng-ONLINE-kan radio saat ini sudah ada yang instant murah dan tidak ribet Kita tentu berdecak kagum ternyata Facebook dan radio online itu mengasyikan dan produktif bila kita serius mengarahkannya . Pemasang iklan pasti lebih tertarik pada radio yang tampil beda dan akrab dengan tehnologi. Dan akhirnya semua tergantung SDMnya .
Radio yang tidak akrab tehnologi dan tidak mau membuat perubahan akan tertinggal ! dan terbengong-bengong. Benar kata orang tehnologi memang tidak semua harus dituruti tapi kita patut untuk menganalisa tehnologi yang mana yang pantas dan jadi kebutuhan mutlak untuk radio .
Penyiar secara pribadipun tidak mesti semua tehnologi dipelajari tapi analisa kebutuhan yang mana yang pantas kita geluti itulah yang harus ditekuni atau anda punya pendapat lain? (bramw)
Copyright © 2010 bramwijaya · All Rights Reserved
Powered by DBS webmatic